Tanggapan Untuk Kepala LAPAN


TANGGAPAN TERBUKAUNTUKKEPALA LAPAN:
PEMBUKTIAN SAINTIFIK KEBOHONGAN BUMI BOLA

Jakarta, 9 Januari 2017
Yth. Bapak Thomas Djamaluddin
Profesor Riset Astronomi-Astrofisika
Kepala LAPAN
Dengan Hormat,
Menanggapi berbagai pernyataan dan tulisan Bapak yang frontal terbuka di web[1] dan di media massa[2], yang pada intinya Bapak mengatakan bahwa paham bumi datar (Flat Earth / “FE”) adalah dongeng khayalan, maka dengan ini kami menyampaikan hal-hal sebagai berikut:
1.     TENTANG KAMI. Kami adalah rakyat dan warganegara sipil, yang tergabung dalam forum diskusi www.fe101.net. Kami bukan institusi resmi, dan tidak cari uang dari publikasi FESemua iklan yang ada di karya-karya video kami di Youtube, maupun di forum diskusi tersebut, dimonetized oleh providers dan para pemegang hak cipta lagu yang kami pergunakan. Sengaja kami gunakan free web sites dengan pertimbangan sustainability, agar seluruh karya dan tulisan kami tetap ada meski kami semua sudah tiada.
2.     KEBOHONGAN GLOBAL. Seperti telah dijelaskan dalam serial video kami di Youtube Channel www.youtube.com/c/flatearth1010, kami mempublikasikan FE karena sadar adanya sistem multidimensi yang zalim di seluruh dunia yang — tanpa disadari banyak orang — dibuat oleh elite global untuk memperkaya mereka dengan memiskinkan umat manusia lain di duniaSistem global multidimensi yang membuat 1% penduduk lebih kaya dari 99% penduduk dunia lainnya, seperti yang diberitakan oleh media BBC News[3] dan Fortune[4].
Bertolak belakang dengan persepsi kebanyakan orang yang menganggap Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Jerman, dll sebagai “negara-negara kaya”, kami justru sadar bahwa mereka adalah negara-negara pengutang terbesar di dunia, seperti terlihat pada tabel berikut:
Pertanyaannya adalah: utang kepada siapa?? Siapa yang lebih kaya dari negara-negara maju, sehingga bisa memberi utang kepada negara-negara maju?? Dunia tak seperti yang diajarkan di sekolah.
Bertolak belakang dengan persepsi kebanyakan orang bahwa USD adalah mata uang yang paling stabil dan terpercaya, kami justru sadar bahwa USD dicetak oleh bank sentral swastaFederal Reserve, yang nilainya terus merosot karena tidak diback up emas.
Lebih dari itu, kami sadar bahwa dalam beberapa tahun ke depan semua mata uang di dunia akan terus dibikin anjlok, berbagai krisis ekonomi dan politik akan terus diciptakan, agar semua orang di dunia akhirnya berteriak meminta mata uang tunggal dunia, yang dicetak oleh para bankster elite global.
3.     MATERI PENDIDIKAN. Bertolak belakang dengan materi pendidikan di sekolah-sekolah di seluruh dunia yang didesain untuk mempropagandakan terlaksananya sistem seperti “globalisasi”, “pasar bebas”, dll, kami justru sadar bahwa itu adalah sistem yang zalim, dibuat untuk memperkaya segelintir elite global dengan memiskinkan umat manusia lain di dunia.
Contoh konkretnya, sistem tersebut telah membuat Indonesia kasih utang pada pemerintahan-pemerintahan asing dan pengusaha-pengusaha elite global yang kaya raya, 2x lebih banyak dari Rupiah yang diedarkan pada rakyatnya sendiri, dalam mekanisme “Surat Berharga Asing” yang diajarkan oleh para profesor di perguruan tinggi di seluruh dunia[5].
Kami tidak menyalahkan pemerintah, para bankir, ekonom, akademisi, dll. Karena semua hanya ikut sistem multidimensi yang diterapkan di seluruh dunia. Semua orang bekerja tanpa sadar untuk kepentingan elite global.
 
Demikian halnya dengan pelajaran tentang bentuk bumi. Semua orang merasa bahwa bumi diam tak bergerakPermukaan air takpernah melengkung. Tapi semua orang diajarkan sejak kecil bahwa bumi berbentuk bola, berotasi dengan kecepatan 1,670 km/h, mengelilingi matahari dengan kecepatan 108,000 km/jam.
 
Supaya tampak logis, maka diajarkan teori gravitasi bahwa “bumi punya gaya tarik” sehingga semuanya tampak diam tak bergerak. Sekolah bahkan tidak mengajarkan esensi Relativitas Einstein bahwa sebenarnya Newton keliru: bumi tak punya gaya hisap[6]. Mereka sengaja membiarkan orang terjebak dalam miskonsepsi gravitasiseolah “batu bisa menarik daging” atau “batu menghisap samudera yang terbalik sehingga airnya tidak tumpah setetespun”.
 
Rujukan sentral yang menjadi “sumber kebenaran” adalah foto-foto CGI (gambar rekayasa komputer) dan animasi-animasi video yang diterbitkan oleh NASA beserta aliansinya, bagian dari elite global.
4.     METODA SAINTIFIK. Pembuktian secara saintifik bukanlah dengan foto-foto dan berteori berdasarkan opini dan asumsi, melainkan dengan pengukuran dan eksperimen[7].Kuantitatifbukan kualitatif-normatif.
Sekolah mengajarkan bahwa matahari itu besar, 400x lebih besar dari bulan. Tapi jaraknya 400x lebih jauh, sehingga secara “kebetulan kosmik” bisa pas saling menutupi ketika terjadi gerhana matahari. Silakan buktikan teori tersebut dengan eksperimen, dengan menggunakan gundu sebesar 1 cm dan bola raksasa sebesar 4 meter (400x lebih besar). Silakan lempar, tendang, tembak dengan meriam, dll sehingga gundu 1 cm itu pas menutupibola raksasa 4 meter. Barulah orang sadar, bahwa semua itu hanya teori matematika berdasarkan asumsi di atas asumsi, yang tak bisa diterapkan di alam nyata.
 
(Buktikan dengan eksperimen. Silakan lempar, tendang, tembak dengan meriam atau dengan cara apa saja, sehingga gundu 1 cm bisa pas menutupi bola raksasa 4 meter.)
“Sains modern” sengaja meninggalkan metoda saintifikeksperimen,  dan menggantinya dengan berbagai foto CGI yang mudah dimanipulasi.
 
5.     BUKAN DEBAT ADU TEORI. Teori adalah buatan manusia, wajar-wajar saja jika orang salah dalam membuat teori. Kami adalah rakyat, tidak berkewajiban untuk mengarang teori. Kami tidak berkewajiban untuk membuat semua orang percaya pada FE. Segala pemaparan dan pengkajian kami lakukan karena sadar ada kebohongan yang diterapkan dalam sistem, termasuk sistem pendidikan formal. Logical framework-nya adalah “sadari dulu kebohongan, baru berusaha mencari kebenaran”. Kami tidak memiliki beban jika pemahaman kami salah, sebab kami tidak makan dana riset pemerintah dan kami bersikap terbuka (open mind)dengan berbagai temuan baru yang masuk akal.
 
Sebaliknya, jika teori bumi bola mengelilingi matahari itu salah — lewat metoda pengukuran dan eksperimen — berarti ada skandal triliunan dolar selama 50 tahun terakhir yang dilakukan oleh NASA (bentukan elite global 1958) serta para kontraktor terbesarnya (perusahaan-perusahaan elite global seperti Jacobs Engineering Group, SpaceX, Raytheon, Northrop Grumman, SGT, Lockheed Martin/Boeing JV, dll). Berarti biaya telekomunikasi harusnya tidak semahal ini. Berarti utang rakyat di seluruh dunia harusnya tidak sebesar ini.
 
Oleh sebab itu, kami memandang soal FE vs GE ini bukan memperdebatkan teori mana yang paling benar, melainkan merupakan upaya untuk membongkar kebohongan sistem yang zalim, terserah bentuk buminya apa.
 
6.     TIDAK MENGKRITIK. Kami tak pernah mengkritik institusi LAPAN, karena paham bahwa semua orang hanya mengikuti sistem yang diterapkan secara global. Kritik kami hanya terfokus padaNASA dan Elite Global. Pekan lalu, beberapa member kami atas inisiatif pribadi menghadap Bapak dengan sangat santun, untuk “menanyakan” perihal perhitungan matematika gerhana. Mereka tidak berdebat sama sekali, tidak mengkritik, meski Bapak tidak menjawab fokus pertanyaan melainkan berkisah panjang lebar tentang hal-hal lain yang tidak ditanyakan.
 
Namun, setelah pertemuan tersebut, justru Bapak yang secara ofensif menyebut kami sebagai “penggemar dongeng khayalan FE” lewat berbagai publikasi. Oleh sebab itu kami menanggapi lewat Tanggapan Terbuka ini, agar masyarakat bisa menilai sendiri, siapa diantara kita yang “penggemar dongeng khayalan”.
 
7.     BENTURAN KEPENTINGAN. Kami memahami bahwa berkembangnya kesadaran FEtanpa sengaja mengakibatkan benturan kepentingan dengan LAPAN yang hidup dari anggaran negara Rp 700 Miliar/tahundan sedang giat berusaha agar mendapat anggaran Rp 1 Triliun/tahun[8]  dengan mengedepankan paham bumi bola (Globe Earth / “GE”).
 
Kalau sudah menyangkut “kepentingan”, sudah pasti bias obyektivitasnya. Oleh sebab itu, kami sama sekali tidak terkejut jika orientasi Bapak lebih pada faktor kepentingan ketimbang keilmuan.
8.     MENGGUGAT JARAK DIAMETER KECEPATAN BULAN & MATAHARI. Kosmologi “sains modern” dibuat di atasrumus matematika tanpa eksperimen, hanya berdasarkan asumsi di atas asumsi, ditunjang dengan animasi tanpa skala. Semua berawal dari asumsi jarak dan diameter bulan dan matahari yang dihitung oleh Aristarchus of Samos 2300 tahun lalu[9]. Sama sekali bukan “sains modern”. Dari situ, dihitung jarak dan diameter planet-planet, bintang-bintang, galaksi, dll berdasarkan indikasi terangnya cahaya[10].

 
Serial video kami Flat Earth 101 Episode 11 “Realitas Flat Earth” telah membahas bagaimana cara menghitungnya, sekaligus menunjukkan secara detail di bagian mana kesalahan fatal pada asumsi-asumsi dasarnya[11]. Selama ini orang tidak menyadarinya, karena memang tidak tahu bagaimana cara menghitung diameter dan jarak bulan dan matahari.

Kemudian, diajarkan bahwa bumi berotasi dengan kecepatan 1,670 km/h. Darimana angka tersebut didapat? Asumsi panjang keliling bumi bola 40,075 km. Dibagi saja dengan 24 jam. Maka didapatlah angka rotasi bumi 1,670 km/h. Hanya rumus matematika teoritis berdasarkan asumsi. Padahal tak ada satupun orang yang merasa bahwa bumi bergerak.

Diajarkan bahwa bulan mengorbit bumi dengan kecepatan 3,683 km/h. Darimana angka tersebut didapat? Asumsi jarak bulan dan bumi (384,400 km) dianggap jari-jari x 2 x 22/7 (=keliling) dibagi periode orbit bulan (27.32 hari) dibagi lagi 24 jam. Maka didapatlah angka kecepatan orbit bulan 3,686 km/h. Hanya rumus matematika teoritis berdasarkan asumsi.

Diajarkan bahwa bumi mengorbit bumi dengan kecepatan 108,000 km/h. Darimana angka tersebut didapat? Asumsi jarak bumi dan matahari (149.6 juta km) dianggap jari-jari x 2 x 22/7 (=keliling) dibagi 365 hari dibagi lagi 24 jam. Maka didapatlah angka kecepatan orbit bumi 108,000 km/h

 
Ketiga hal yang dihitung sendiri-sendiri dan tanpa eksperimen itujika digabung, terbukti secara matematis tidak bisa menghasilkan siklus gerhana.

 

9.  SIKLUS GERHANA. Silakan Bapak buka web resmi NASA tentang gerhanahttps://eclipse.gsfc.nasa.gov/SEsaros/SEsaros.html. Secara jelas dan nyata NASA menulis:
 
“The periodicity and recurrence of eclipses is governed by the Saros cycle, a period of approximately 6,585.3 days (18 years 11 days 8 hours)”.
 
Siklus Saros adalah metoda yang dibuat oleh bangsa Babylonia Kuno ribuan tahun lalu[12], dengan asumsi bumi diam tak bergerak.
NASA, lembaga antariksa dengan anggaran USD 19.3 miliar[13] atau sekitar Rp 257.6 Triliun per-tahun, yang mengaku sudah pernah 6x kirim manusia ke bulansemuanya di era Presiden “Watergate Scandal” Nixon, terbukti tak mampu menghitung siklus gerhana dengan menggunakan jarak kecepatan diameter bumi bulan matahari. Oleh sebab itu NASA masih menggunakan siklus Saros yang dibuat bangsa Babylonia Kuno ribuan tahun lalu.
 
Bertolak belakang dengan sikap Bapak Kepala LAPAN yang bersikerasbahwaNASA tidak gunakan siklus Saros, akademisi Matt Parker yang merupakan London Mathematical Society Popular Lecturer dan sudah mencoba sendiri menghitung matematika gerhana, dengan jujur mengatakan bahwa perhitungan matematika mustahil dilakukan dan “untung ada Siklus Saros[14].
Mengapa NASA dan para saintis tak mampu menghitung siklus gerhana? Karena jarak kecepatan diameter bumi bulan matahari yang selama ini diajarkan di sekolah itu memang salah, tidak sesuai dengan fenomena alam nyata. Hanya rumus matematika teoritis tanpa eksperimen.
 
Bapak tentu akan terus berdalih bahwa gerhana matahari bisa dihitung dengan asumsi heliosentrik. Oleh sebab itulah kami mengajukan intellectual challenge ini. Coba tunjukkan angka perhitungannya, dan simulasikan dalam model software yang bisa diverifikasi oleh publik secara transparan.
10.  TANTANGAN UNTUK MENGHITUNG SIKLUS GERHANA.Mari kitahentikan debat kusir teori kualitatif-normatif yang tak akan pernah selesai. Mari lakukan pembuktian saintifik yang sesungguhnya, dengan menggunakan pengukuran dan eksperimenTak perlu bahas 1001 teori.Ruang lingkupnya kita batasi pada satu hal saja:perhitungan matematika gerhana.

 

Silakan pilih 3x gerhana matahari dan 3x gerhana bulan yang ditulis dalam web resmi NASA[15].
Silakan Bapak hitung sendiri interval di antara ketiga gerhana tersebut.
Silakan Bapak gunakan dogma diameter jarak kecepatan bumi bulan dan matahari yang selama ini dipropagandakan. Masukkan semua variasi dan variabel termasuk sudut, eliptikal, dll. Jangan sampai ada alasan yang tertinggal.
Silakan buktikan bahwa angka-angka yang dipropagandakan “sains modern” itu bisa menghasilkan 3x gerhana matahari dan 3x gerhana bulan, seperti yang ditulis padasitus resmi NASAOutput atau deliverables-nya kita batasi pada angka berikut rumus (metoda saintifik “pengukuran”) dan model simulasi(metoda saintifik “eksperimen”) dengan menggunakan software netral seperti Cinema 4D sesuai data dan angka-angka yang Bapak hitung. Silakan Bapak publikasikan perhitungan matematis dan model simulasi tersebut setidaknya di blog pribadi Bapak yang bisa diakses dan diverifikasi oleh publik.
Disinilah kebenaran akan terbukti, dan kebohongan 500 tahun akan terbongkar. Jika menghitung 3x gerhana saja tidak bisabagaimana bisa pergi ke bulan??? Jika menghitung 3x gerhana saja tidak bisa, berarti proyek-proyek angkasa luarhanyalah“dongeng khayalan” — meminjam istilah Bapak.
 
11.  KEJUJURAN AKADEMIS. Mari kita junjung tinggi asas kejujuran akademis. Kami sudah mengantisipasi upaya Bapak untukberkelit, misalnya dengan mengatakan bahwa “Hitungan gerhana matahari rumit rumusannya untuk difahami awam (bagi yang berminat, rumusan yang disederhanakan bisa dilihat di buku Astronomical Algorithm oleh Jean Meeus)”[16]Merujuk buku lain supaya seolah-olah perhitungan gerhana sudah pernah dilakukan. Padahal Astronomical Algorithm yang dirujuk cuma berisi teori matematis,sama sekali tidak menghitung pergerakan dari gerhana yang satu ke gerhana lainnya.
 
Bertolak belakang dengan sikap Bapak Kepala LAPAN yang seolah-olah menghitung gerhana adalah hal yang biasa, akademisi jujur sepertiProf. Dr. Paul Doherty dari M.I.T.yang paham pentingnya “eksperimen dengan model nyata” — bukan cuma rumus matematika di atas kertas seperti Meeus –dengan jujur mengatakan, “jika anda pahambetul skala tatasurya, anda akan sadar betapa langkanya fenomena gerhana matahari total[17]. Padahal ia baru bicara soal skala diameter dan jarak, belum memperhitungkan kecepatan dan sudut eliptikalnya.
Let’s make it clean and clear, Pak. Pilih 3x periode gerhananya, hitung angkanya, masukkan dalam model software umum yang netral, publikasikan hasilnya.Very simple. Tak perlu bahas soal lain, sebelum “soal sederhana” ini tuntas.
 
12.  NOTHING PERSONAL. Dalam dunia keilmuan, sebuah “intellectual challenge” adalah hal yang biasa. Intellectual challenge yang kami ajukan ini tidak bermaksud untuk menjatuhkan. Semata-mata untuk mencari kebenaran. Nothing personal.
 
Kami menunggu dan senantiasa memantau respon Bapak berupa perhitungan matematis dan model software simulasinya, dan siap untuk menanggapinya kembali hingga tuntas.
 
Terima kasih, semoga Bapak senantiasa sehat dan sukses selalu.
 
                                                                        “Truth will come to light”
                                                                          – William Shakespeare

Salam hormat,
Admin FE101 Forum
www.youtube.com/c/flatearth1010
www.fe101.net

[1] https://tdjamaluddin.wordpress.com/2017/…-serial-2/
[2] http://teknologi.news.viva.co.id/news/re…pala-lapan
[3]http://www.bbc.com/news/business-35339475
[4]http://fortune.com/2015/01/19/the-1-will-own-more-than-the-99-by-2016-report-says/
[5]Sumber: Laporan Tahunan Bank Indonesia 2015. Data jumlah utang Indonesia diambil dari http://countrymeters.info/en/Indonesia/economy.
[6]Prof. Dr. Brian Greene, “The Elegant Universe”; Prof. Dr. Michio Kaku, “Einstein’s Theory of Relativity”, History Channel.
[7]Sumber: https://www.google.co.id/webhp?hl=en&gws_rd=cr&ei=retwWPOfKMXt0AT2lazQAQ#hl=en&q=scientific+method
[8]Sumber: http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/658108-lapan-akui-sulit-saingi-badan-antariksa-di-asia
[9]Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Aristarchus_of_Samos
[10]Sumber: “How Do Astronomers Measure Distance?”, Youtube Channel HowStuffWorks.
[11]Lihat https://www.youtube.com/watch?v=1WIIJcGdsAw&t=15m33s
[12]Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Saros_(astronomy)
[13]Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Budget_of_NASA#Annual_budget.2C_1958-2015
[14]Lihat https://www.youtube.com/watch?v=ieUvzy6rnnw&t=05m10s
[15]https://eclipse.gsfc.nasa.gov/SEcat5/SE2001-2100.htmldan https://eclipse.gsfc.nasa.gov/LEcat5/LE2001-2100.html
[16] https://tdjamaluddin.wordpress.com/2017/…mment-8536
[17]Sumber: Prof. Dr. Paul Doherty, Exploratorium Channel,https://www.youtube.com/watch?v=NNx_iiU2HA8